Badai di Hatiku
Aku lelah hidup tanpa arah
Sedih menjadi teman saat sepi
Angin menjadi selimut saat dingin
Tak ada kata yang bisa terucap
Aku bisu bersama temaram
Sungguh kau adalah badai bagi lautku
Gelombang bagi ombakku
Aku tak punyak perahu untuk berlayar di samuderamu
Aku terbius oleh cantikmu
Karena tak ada ruang kecuali di hatimu.
26 Mei 2011
Sepi
Aku larut dalam hayal
Jarak tak mampu memisahkan aku dengan rindu
Waktu tak mampu melupakan aku dari sedih
Aku takut berpisah dengan senja
Karena aku akan sendiri lagi di waktu malam
Temaram menjadi teman
Gelisah menjadi tempat mengadu
Walau meteor berpindah
Namun mataku masih masih menatap kesana
Hawa dingin dari senja masih terasa dalam rasa
Sungguh kau indah bagi alam semesta.
1 Juni 2011
Terpuruk
Terpuruk dalam sedih tak mampu bangkit dengan bahagia
Itu yang terjadi pada manusia,
Yang hanya mampu mengingat masa lalunya
Hari esok masih menanti untuk dijelajahi
Malam nanti masih ingin memberikan sunyi
Lumpuh karena sedih
Rapuh karena bahagia
Huruf-huruf masih ingin dieja
Menjadi kalimat indah
Untuk kupersembahkan pada sepi
Biar dia bisa tersenyum menyambut senja
10 Juni 2011
Cerita pagi hari
Ketika seekor burung berkicau meramaikan pagi yang sepi
Coba cari tahu apa yang tersimpah dibalik bias mentari itu
Sungguh tanda Tanya menjadi teman berbagi untuk kesedihan
Mencabut misteri yang tertancap di persemayaman mentari
Mungkinkah bisa membuka hari untuk menikmati matahari
Tak ada Tanya, kecuali untuk sangpenyair
Yang terus menulis sejarah hari di kertas kosong
Kata merubah makna, jam merubah waktu
Hari merubah tahun, tahun merubah abad
Dan seterusnya sampi sejarah bisa terlupa.
24 Juni 2011
*Mahasiswa Jinayah Siyasah Fakultas Syari’an dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tulisannya dimuat di beberapa media. Aktivis LPM Advokasia, PMII, IKAAY dan Komunitas Kemanusiaan Yogyakarta. Tinggal di Jogja


bagus bangetz bunk, tingkatkan untuk yang lebih baik...
BalasHapushahahahahahaha.... Mungkin karena dia sudah putus cinta, makanya kata-katanya dia wakilkan lewat puisinya...
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus